Selamat datang di KPKNL Jember, melayani dengan SENYUM, SEnang, NYaman, Unggul dan Memuaskan

Statistik Kunjungan

Hubungi KPKNL Jember

Telp : 0331-428758, 428760
Fax : 0331-428760
Email : kpknljember.djkn@gmail.com / kpknljember.bmn@gmail.com
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Berbagi Informasi

Berbagi Informasi
klik gambar, utk kirim berita

klik untuk menuju Facebook - KPKNL Jember

Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terkini

Berita Ekonomi

Berita Teknologi Informasi

Kamis, 08 Juli 2010

PostHeaderIcon Kemenkes Akui Ada Aset Bermasalah

Salah satu contoh permasalahan penatausahaan BMN yang berakibat opini Disclaimer dari BPK

Jakarta - Inspektur Jenderal Kemenkes drg Naydial Roesdal, mengakui hasil laporan audit BPK ditemukan adanya aset bermasalah sebesar Rp1,2 triliun, tetapi tidak ada indikasi korupsi ataupun kerugian negara. Aset sebesar itu merpakan selisih antara Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan sistem informasi manajemen akuntansi barang milik negara (Simak-BMN).

Nilai barang milik negara yang dilaporkan SAK tidak sama dengan yang dilaporkan di sistem Simak-BMN, kata Naydial Roesdal, didampingi Sesjen Kemenkes dr Ratna Rosita, menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (1/7) di Jakarta.
Naydial menjelaskan, selisih SAK dan Simak-BMN belum diinput saat pemeriksaan BPK sehingga ada ketidakcocokan dalam pelaporan. Namun setelah diinput aset telah terkoreksi sebesar Rp650 miliar. Sedangkan sisanya sebesar Rp550 miliar akan diselesaikan 60 hari setelah laporan diterima ke dalam Laporan Keuangan Tahun 2010.
Kedepan, pihaknya akan melakukan inventarisasi aset dan pengalihan status kepemilikan kepada Satuan Kerja (Satker) Dinas Kesehatan Daerah. Selain itu juga segera dilakukan rekonsiliasi laporan internal antara SAK dan Simak-BMN untuk seluruh Satker.
Ini perlu kerja keras. Disclaimer artinya ada permasalahan yang belum dijelaskan, ujarnya.
Mengenai temuan BPK tentang pengelolaan dana hibah yang tidak sesuai dengan mekanisme pengelolaan APBN, Naydial menjelaskan bahwa hibah bantuan luar negeri yang diterima langsung oleh Kemenkes selama tahun 2009 senilai Rp514 miliar sudah dipertanggungjawabkan kepada pemberi hibah, namun belum melalui mekanisme APBN.
Kepada pemberi hibah sudah kita pertanggungjawabkan. Ini sudah beres. Tetapi belum dimasukkan dalam DIPA. Sebab waktu itu dana hibah ditampung lewat rekening-rekening Satker di lingkungan Kemenkes, kilah Naydial.
Rekening ini, lanjut Naydial, juga dipersoalkan karena belum teregistrasi di Kementerian Keuangan. Untuk memenuhi mekanisme APBN, sudah dilakukan registrasi atas semua dana hibah. Alhamdulillah, 24 rekening untuk menampung dana hibah tersebut telah selesai berproses dan disetujui di Kementerian Keuangan untuk dimasukkan dalam DIPA Tahun 2010, ujarnya.
Adapun dana senilai Rp231 miliar, adalah untuk pengadaan barang untuk persediaan yang akan dikirimkan ke kabupaten/kota yang dititipkan kepada rekanan. Gudang Kementerian Kesehatan pada waktu itu, belum seluruhnya memenuhi standar penyimpanan obat.(dew)

berita sebelumnya : disini dan disini

sumber : www.djkn.depkeu.go.id

0 komentar:

Posting Komentar

Aplikasi SIMAN

Aplikasi SIMAN
Informasi Tentang SIMAN, klik gambar

Informasi Layanan

SIMAK BMN 2011

SIMAK BMN 2011
klik gambar utk download

Berlangganan Berita KPKNL Jember, masukkan email anda


klik utk download layanan unggulan DJKN

Informasi / Pengumuman Lelang

Informasi / Pengumuman Lelang
Klik gambar untuk informasi lelang

Media Kekayaan Negara

Media Kekayaan Negara
klik gambar untuk lihat Media KN 05 GRATIS !!!

Arsip Berita

Opini LKPP

Opini Atas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2010 dapat diunduh di sini.

Kurs Lengkap klikbca

Indeks Saham BEJ

Berita Olah Raga